Tak Pandang Waktu! Motor Seorang Wanita Jadi Korban Begal Siang Hari Di Brabe.

Probolinggo,cakramedianews.com- Keresahan melanda warga Desa Brabe dan sekitarnya, setelah beredarnya video yang merekam insiden pembegalan . Peristiwa kriminalitas yang menargetkan seorang pengendara wanita ini dilaporkan terjadi di jalan raya desa setempat pada Kamis, 27 November 2025, sekitar pukul 10.30 WIB.
Aksi kejahatan ini disinyalir berjalan mulus lantaran minimnya lalu lintas warga di lokasi kejadian pada saat insiden berlangsung.
Menurut rekaman video yang beredar, seorang wanita menjadi korban tindak kriminalitas ini. Diduga, pelaku memanfaatkan kondisi jalan raya Desa Brabe yang sepi pada jam tersebut untuk melancarkan aksinya.
” Saat kejadian berlangsung, tidak ada lalu lalang warga yang melintas di sekitar lokasi, Jalanan memang cukup lengang di jam-jam itu,” ujar salah satu masyarakat.
Warga baru menyadari adanya kejadian perampasan ketika mendengar teriakan dan menemukan korban berada di tepi jalan dalam kondisi syok berat, tanpa kendaraannya. Sepeda motor korban dipastikan telah dibawa kabur oleh para pelaku begal.
Keadaan ini menunjukkan betapa cepat dan terorganisirnya aksi pelaku, yang berhasil melarikan diri sebelum ada warga yang bisa memberikan pertolongan atau melakukan pengejaran.
Melalui konfirmasi via telepon WhatsApp dengan pihak kami, Sunardi Kepala Desa Brabe, membenarkan telah terjadinya aksi kriminalitas tersebut.
Kepala Desa Brabe menunjukkan itikad baik dan tanggung jawab penuh dengan segera mendatangi dan mendampingi warga yang menjadi korban perampasan motor tersebut.
” Benar, kejadian pembegalan itu terjadi di wilayah kami, Kami sebagai desa tidak tinggal diam. Begitu tahu, saya langsung mendampingi korban untuk membuat laporan di Polsek namun korban sendiri yang memutuskan untuk tidak membuat laporan. Mungkin karena masih syok berat, takut, atau ada pertimbangan lain. ,” jelas Kades dalam konfirmasi yang dilakukan via WhatsApp.
Meskipun laporan resmi tidak dilanjutkan atas kehendak korban, Kades Sunardi berjanji akan terus berkoordinasi dengan Polsek Maron untuk meningkatkan intensitas patroli di jalur penghubung Desa Brabe – Pesawahan demi mencegah terulangnya aksi kejahatan yang memicu ketakutan massal ini.
Pihak Pemerintahan Desa Brabe turut menyampaikan imbauan keras, Meskipun korban memilih untuk tidak membuat laporan resmi ke Polsek, insiden ini harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh warga.
Pemerintah Desa juga berjanji akan meningkatkan koordinasi dengan Bhabinkamtibmas setempat guna melaksanakan patroli terpadu, Namun janji tersebut perlu didukung oleh tindakan mandiri warga, Partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan seperti menghindari berhenti di tempat sepi dan melaporkan segera aktivitas mencurigakan kepada aparat ditegaskan sebagai kunci utama untuk mengembalikan rasa aman. ( Fabil )
