
Probolinggo,cakramedianews.com- Layanan konektivitas laut di Jawa Timur semakin canggih dan terjangkau, Pelabuhan DABN Kota Probolinggo kini resmi melayani rute kapal cepat Express Bahari 8B, sebuah program transportasi laut unggulan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk melengkapi konektivitas Trans Jatim.
Kehadiran kapal cepat ini memberikan solusi transportasi laut yang lebih cepat, nyaman, dan ekonomis bagi masyarakat Probolinggo yang ingin menuju berbagai destinasi wisata di pesisir Jawa Timur hingga Pulau Madura.
Kapal cepat Express Bahari 8B ini melayani rute reguler yang menghubungkan Pelabuhan DABN Probolinggo dengan tiga titik utama di pulau-pulau Madura.
Pulau Gili Ketapang (Probolinggo)
Pulau Gili Mandangin (Sampang)
Pelabuhan Brantah (Pamekasan)
Kapten Kapal Express Bahari 8B, Abdul Aziz, menjelaskan bahwa operasional dibagi menjadi dua pola rute, hari kerja dan akhir pekan. Untuk hari Senin hingga Kamis, kapal berangkat dari Probolinggo sekitar pukul 08.00 WIB dan tiba kembali di Probolinggo sekitar pukul 17.00 WIB, melayani satu kali perjalanan pulang-pergi (PP) yang relatif singkat.
Meskipun menawarkan kecepatan dan kenyamanan, tarif kapal cepat ini tergolong sangat terjangkau, tepat pada momentum meningkatnya kebutuhan perjalanan jelang libur akhir tahun, Tiketnya terjangkau, dewasa Rp 6.700–14.800 dan anak-anak Rp 5.700–12.300.
Secara total, kapal berkapasitas 360 penumpang ini menyediakan lima kelas penumpang, termasuk Kelas VIP yang mewah. Kelas VIP ini menawarkan fasilitas lebih lengkap, mulai dari karaoke hingga kursi yang dapat direbahkan untuk istirahat, memberikan pengalaman perjalanan layaknya liburan.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemkot Probolinggo berharap penuh terhadap dampak positif beroperasinya kapal cepat Express Bahari 8B. Layanan ini tidak hanya memberikan pilihan transportasi yang lebih cepat dan nyaman, tetapi juga diharapkan dapat menggeliatkan sektor pariwisata dan perekonomian lokal, terutama di Pulau Gili Ketapang dan pulau-pulau di Madura.
Dengan tarif yang terjangkau, mobilitas wisatawan dan pelaku usaha dari Probolinggo menuju Madura akan semakin tinggi. Hal ini sejalan dengan visi Pemprov Jatim untuk menciptakan konektivitas yang kuat antara kawasan daratan dan kepulauan, sekaligus mengintegrasikan transportasi laut ke dalam jaringan Trans Jatim secara keseluruhan. ( Fabil )
