Probolinggo,cakramedianews.com-
Setelah seleksi Direksi dan Komisaris Perseroda Bahari Tanjung Tembaga selesai, tahap selanjutnya Pemerintah Kota Probolinggo membahas draft dan menandatangani akta pendirian Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut. Diketahui, Komisaris terpilih adalah Agus Efendi dengan Noviyadi sebagai Direksi.

Pembahasan tersebut digelar di Command Center Kota Probolinggo secara virtual bersama Notaris Muhammad Muharor Habibi dari Malang, Selasa (16/12). Kegiatan ini diikuti Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Penjabat Sekretaris Daerah Rey Suwigtyo, Staf Ahli Wali Kota Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan Wawan Soegyantono, Kabag Perekonomian dan Pembangunan Titik Widayawati serta sejumlah perangkat daerah terkait.

Diketahui, perseroan daerah ini dibentuk untuk mendukung pemerintah daerah dalam mengelola dan mengembangkan potensi daerah yang berorientasi pada pelayanan jasa transportasi di Pelabuhan Probolinggo serta jasa lainnya. Tentunya, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pendapatan daerah. Harapannya, keberadaan Perusahaan Perseroan Daerah Bahari Tanjung Tembaga memberikan manfaat bagi perkembangan perekonomian daerah.

Sementara itu, mewakili Wali Kota Probolinggo, Kabag Perekonomian dan Pembangunan Titik Widayawati menjelaskan agenda utama kegiatan tersebut adalah pembahasan draft akta pendirian sebelum dilakukan penandatanganan oleh para pemegang saham.

Ia menambahkan, penandatanganan akta pendirian menjadi langkah penting untuk pengurusan legalitas Perseroda Bahari Tanjung Tembaga agar dapat segera beroperasi. Legalitas tersebut dibutuhkan sebagai salah satu persyaratan administrasi yang akan didaftarkan ke Kementerian Hukum guna memperoleh Surat Keputusan status badan hukum perseroan daerah.

Sementara itu, Komisaris terpilih PT Perseroda Bahari Tanjung Tembaga Agus Efendi, menyampaikan bahwa pembahasan draft akta pendirian dimanfaatkan untuk memasukkan sebanyak mungkin jenis usaha yang relevan, khususnya di bidang transportasi, logistik, pergudangan dan jasa penunjang lainnya.

Menurutnya, hal ini penting agar ke depan pengembangan usaha tidak perlu sering melakukan perubahan akta yang berdampak pada biaya dan waktu. “Lebih baik dari awal jenis usaha dimasukkan secara komprehensif agar pengembangan ke depan lebih fleksibel,” ujarnya.

Agus Efendi juga menyampaikan optimismenya terhadap prospek Perseroda Bahari Tanjung Tembaga, mengingat potensi besar Pelabuhan Probolinggo sebagai simpul logistik di wilayah timur Jawa Timur. Ia berharap pendirian Perseroda ini mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan pendapatan asli daerah.(Agus).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *