Surabaya,cakramedianews.com – Pelarian rekan komplotan Bripka AS dalam kasus pembunuhan keji terhadap mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Faradila Amalia Najwa, akhirnya kandas. Setelah empat hari menjadi buronan paling dicari, pelaku kedua berhasil diringkus oleh Tim Jatanras Polda Jatim di tempat persembunyiannya di Kabupaten Pamekasan, Madura, pada Jumat (19/12/2025) dini hari.

‎​Keberhasilan ini menjadi sorotan luas setelah video penangkapan tersebut viral di media sosial. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari akun TikTok Wong Jowo 86, pelaku ditangkap oleh unit elit Hellboy Jatanras Polda Jatim, atau yang lebih dikenal luas oleh masyarakat dengan julukan “Tim Cacing Api”.

‎​Penangkapan ini kian menegaskan reputasi Tim Cacing Api sebagai salah satu unit paling ditakuti dalam dunia reserse kriminal. Tim ini dikenal memiliki akurasi tinggi dan “tidak pernah meleset” dalam memburu pelaku kasus-kasus besar yang menjadi perhatian publik.

‎​Di bawah komando Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, tim bergerak cepat menyisir jejak pelaku hingga ke pelosok Pamekasan. Kini, pelaku kedua telah dibawa ke Mapolda Jatim untuk menjalani pemeriksaan.

‎​Fokus Pengungkapan Peran dan Motif
‎​Saat ini, penyidik tengah melakukan interogasi awal guna membedah peran masing-masing tersangka. Kehadiran pelaku kedua ini menjadi kunci penting untuk mengungkap:

‎1. ​Rangkaian Eksekusi : Bagaimana pembunuhan dilakukan secara teknis bersama Bripka AS.

‎2. ​Skenario Rekayasa : Detail upaya pelaku dalam mengaburkan fakta dengan membuat skenario seolah-olah korban dibegal.

‎3. ​Motif Utama : Mendalami kembali apakah ada motif lain di balik keinginan menguasai harta korban.


‎​Keberhasilan Tim Cacing Api dalam meringkus rekan oknum polisi anggota Polsek Krucil ini mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat. Netizen dan publik menilai langkah cepat ini adalah bukti bahwa Polda Jatim serius dalam menegakkan keadilan, tanpa memandang siapapun di belakang pelaku.

‎Di balik keberhasilan ini, terselip filosofi mendalam dari Tim Hellboy Jatanras Polda Jatim dalam membedah setiap perkara, melalui pernyataan resminya tim yang dikenal dengan julukan ‘Cacing Api’ ini menegaskan bahwa tidak ada kejahatan yang sempurna.

‎Dengan naluri investigatif yang tajam, mereka mencoba menyelami peristiwa dengan menempatkan diri baik sebagai korban maupun pelaku demi menemukan titik terang di tengah kegelapan fakta.

‎” Tugas kami adalah mencari ketidaksempurnaan dalam kejahatan tersebut untuk mengungkap pembuktian yang seterang cahaya,’ tulis tim Unit Ranmor Jatanras Polda Jatim tersebut.

‎ Keberhasilan meringkus komplotan Bripka AS ini pun mereka dedikasikan sebagai bentuk kesetiaan kepada masyarakat, bangsa, dan negara, sembari menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan doa serta kesaksian warga yang menjadi kunci pembuka tabir kematian Faradila.

‎​”Cacing Api Menyala” menjadi simbol harapan bagi keluarga almarhumah Faradila bahwa kasus ini akan diungkap seadil-adilnya. Dengan tertangkapnya seluruh komplotan, kini publik menanti hukuman maksimal bagi para eksekutor yang tega menghabisi nyawa mahasiswi muda tersebut. ( Fabil )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *