Probolinggo,cakramedianews.com- Di bawah pengawalan aparat keamanan, aksi damai ratusan pemuda dan warga berlangsung tertib di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Senin (5/1/2026). Dalam orasinya, koordinator lapangan sekaligus orator aksi, Habib Mustofa, menegaskan bahwa Pemerintahan SAE Kabupaten Probolinggo di bawah kepemimpinan Gus Haris dan Lora Fahmi terbuka terhadap kritik, selama disampaikan secara bertanggung jawab dan tidak membangun persepsi keliru mengenai kondisi daerah.

Aksi damai tersebut diikuti massa yang mengatasnamakan diri sebagai kelompok cinta damai Probolinggo. Sejak awal kegiatan, massa menekankan pesan ketenangan, persatuan, serta komitmen menjaga stabilitas daerah di tengah dinamika demokrasi lokal yang terus berkembang.

Bib Mus menegaskan, kehadiran massa bukan untuk membatasi ruang kritik, apalagi membungkam kebebasan berpendapat. Sebaliknya, aksi ini digelar sebagai bentuk kepedulian warga terhadap pentingnya menjaga iklim demokrasi yang sehat, dewasa, dan beradab.

“Pemerintahan SAE ini bukan anti kritik dan bukan anti dikoreksi. Kritik itu sah, dijamin undang-undang, dan merupakan hak setiap warga negara dalam sistem demokrasi,” ujar Bib Mus di hadapan massa.
.
Menurutnya, kebebasan menyampaikan pendapat harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar kritik disampaikan melalui mekanisme, etika, dan saluran yang tersedia, sehingga aspirasi dapat diterima secara konstruktif dan tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Ia menilai, kualitas demokrasi tidak diukur dari seberapa keras kritik disuarakan, melainkan dari kedewasaan cara menyampaikan pendapat serta orientasi pada solusi. Tidak setiap persoalan, kata dia, harus direspons dengan aksi turun ke jalan.

“Menyampaikan kritik itu ada jalurnya, ada ruang aspirasinya. Jangan semua persoalan langsung dibawa ke jalan. Gunakan mekanisme yang ada agar pesan sampai dengan baik dan solusi bisa ditemukan,” tegasnya.

Bib Mus juga mengingatkan agar kritik yang disampaikan di ruang publik tidak membangun framing negatif yang berpotensi menciptakan kesan seolah-olah Kabupaten Probolinggo berada dalam kondisi tidak aman atau tidak kondusif. Ia menegaskan, hingga saat ini stabilitas daerah masih terjaga dengan baik.

“Jangan sampai cara kita mengkritik justru menimbulkan persepsi keliru di masyarakat. Kondisi Probolinggo tetap kondusif, dan itu harus kita jaga bersama,” katanya.

Selama aksi berlangsung, massa menyampaikan aspirasi secara bergantian dengan orasi yang menekankan nilai demokrasi, persatuan, dan tanggung jawab sosial. Tidak terlihat tindakan provokatif maupun pelanggaran ketertiban umum.

Aparat keamanan dari unsur kepolisian dan instansi terkait melakukan pengamanan secara persuasif. Hingga kegiatan berakhir, situasi di sekitar Kantor Pemkab Probolinggo tetap aman dan terkendali serta tidak mengganggu aktivitas pelayanan publik.

Aksi damai ini menjadi penegasan bahwa dinamika kritik dan dukungan dalam demokrasi lokal dapat berjalan beriringan, selama dilandasi niat menjaga kondusivitas daerah, menghormati aturan yang berlaku, serta mengedepankan kepentingan masyarakat secara luas.(Mis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *