
Jakarta,cakramedianews.com– Kabupaten Probolinggo kini memiliki nahkoda baru untuk cabang olahraga domino. Muchlis resmi terpilih sebagai Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Organisasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO) Kabupaten Probolinggo periode 2026-2030.
Penetapan ini dilakukan di tengah kemegahan Deklarasi Nasional ORADO yang berlangsung di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Senin malam (5/1/2026). Disaksikan langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir, bersama pimpinan tertinggi KONI dan KOI, yang menandai pengukuhan domino sebagai olahraga prestasi nasional.
Membawa visi besar bertajuk “ORADO Memintarkan Indonesia”, organisasi ini berkomitmen mengubah paradigma publik terhadap domino. Jika selama ini domino kerap dianggap sekadar hiburan pengisi waktu luang, kini di bawah payung ORADO, domino akan dikelola sebagai olahraga intelektual yang profesional dan terstruktur.
”Alhamdulillah, deklarasi ini dihadiri langsung oleh Menpora, Ketua Umum KONI, dan Ketua KOI. Ini adalah legitimasi kuat bagi kami untuk segera bergerak cepat mengembangkan domino di daerah,” ujar Muchlis usai dikukuhkan oleh Ketua Pengprov ORADO Jawa Timur, Mahenda Abdillah.
Sebagai langkah awal kepemimpinannya, Muchlis telah menyiapkan strategi matang untuk menjaring bibit atlet di Kabupaten Probolinggo. Salah satu program unggulannya adalah pembentukan Gabungan Arena Domino Utama (GARDU) yang akan tersebar di tingkat kecamatan.
GARDU diproyeksikan menjadi pusat pembinaan sekaligus ruang bagi para penggemar domino untuk mengasah bakat secara kompetitif dan positif.
“ Target kami jelas, mengangkat domino naik kelas. Kami akan segera melakukan rekrutmen atlet daerah untuk dipersiapkan menuju kejuaraan nasional maupun internasional,” tegas Muchlis penuh optimisme.
Selain pembentukan struktur di tingkat kecamatan, Muchlis berencana menggelar kejuaraan tingkat kabupaten dalam waktu dekat. Hal ini dilakukan sebagai langkah seleksi dini untuk membangun tim yang solid dan berdaya saing tinggi.
Hadirnya ORADO di Kabupaten Probolinggo diharapkan mampu membangun ekosistem olahraga yang inklusif. Dengan dukungan penuh dari pemangku kepentingan olahraga nasional, domino kini tidak hanya menjadi sekadar permainan rakyat, melainkan cabang olahraga bergengsi yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional. ( Fabil )
