
Probolinggo,cakramedianews.com- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat merespons laporan jebolnya tanggul sungai di Desa Sukokerto Kecamatan Pajarakan. Perbaikan tanggul ini dipimpin langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD, Oemar Syarif, guna penanganan darurat dan jangka panjang agar supaya banjir tidak meluas ke pemukiman warga.Senin 26/1/2026 .
Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Syarif, menyatakan bahwa pihaknya telah berkodinasi dengan UPT PSDA provinsi untuk penanganan permanen.
” Kami sedang meninjau kerusakan teknisnya seperti apa. Sementara ini, kami berkolaborasi dengan Pemerintah Desa, Kecamatan, Koramil , Perangkat Desa , BPD , tokoh masyarakat dan warga Sukokerto untuk menutup lubang agar tidak semakin membesar. BPBD Probolinggo berkolaborasi dengan UPT PUSDA Provinsi menerjunkan 20 personel untuk membantu secara manual, serta menerjunkan alat berat excavator jelas Oemar Syarif di lokasi kejadian.
Dalam kesempatan tersebut, Oemar Syarif memberikan edukasi penting kepada masyarakat mengenai kelestarian infrastruktur sungai. Ia menyoroti banyaknya pohon sengon dan pohon keras lainnya yang ditanam warga di sekitar tanggul.
Himbauan BPBD bagi masyarakatDilarang membangun bangunan di area sempadan atau tanggul sungai, Dilarang menanam pohon sengon atau pohon keras lainnya di atas tanggul, Kesadaran Bersama Warga diminta merelakan pohon yang sudah besar untuk dipotong demi keamanan seluruh desa.
Respon cepat dari pemerintah daerah ( BPBD )ini mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat setempat. Lukman dan Herwanto, warga Desa Sukokerto, mengaku lebih tenang dengan kehadiran langsung pihak BPBD di lokasi.
” Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi kepada Bapak Kadis BPBD yang merespon cepat untuk menangani musibah ini. Dengan adanya penanganan segera, kekhawatiran kami akan banjir susulan berkurang. Semoga ini menjadi awal Desa Sukokerto yang lebih Aman ungkap Lukman.
BPBD Kabupaten Probolinggo berkomitmen untuk terus mengawal proses normalisasi tanggul ini hingga kembali kokoh, guna menjamin rasa aman bagi masyarakat dari ancaman bencana.(Agus)
