
Probolinggo,cakramedianews.com-
Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karang Makmur Desa Pajarakan Kulon Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo mengikuti pelatihan pembuatan sarana pertanian ramah lingkungan berupa Jadam Sulfur, Rabu (11/2/2026). Pelatihan ini menjadi upaya konkret petani dalam menekan penggunaan pestisida kimia yang selama ini dinilai cukup membebani biaya produksi.
Desa Pajarakan Kulon dikenal sebagai salah satu desa dengan komoditas pertanian yang lengkap, mulai dari tanaman pangan, hortikultura hingga perkebunan. Namun di tengah produktivitas tersebut, petani masih menghadapi tantangan tingginya penggunaan pestisida kimia untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman.
Ketua Gapoktan Karang Makmur Ahmad Safari mengatakan pelatihan ini berangkat dari kebutuhan petani akan alternatif sarana produksi yang murah, mudah dibuat dan ramah lingkungan.
“Petani Desa Pajarakan Kulon membutuhkan solusi agar tetap bisa berproduksi dengan biaya yang lebih ringan. Karena itu kami memohon pendampingan dari BPP Pajarakan untuk memberikan pelatihan pembuatan Jadam Sulfur,” ujarnya.
Anggota Gapoktan Karang Makmur Desa Pajarakan Kulon Kecamatan Pajarakan mendapatkan materi pembuatan Jadam Sulfur. (Foto : BPP Pajarakan)
Kegiatan praktik swadaya mandiri ini melibatkan tim Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pajarakan Kulon, POPT Pangan Hortikultura, POPT Perkebunan dan diikuti seluruh anggota petani.
POPT Perkebunan dari Balai Besar Perbenihan dan Pelindungan Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya Ika Ratmawati memandu langsung praktik pembuatan Jadam Sulfur. Bahan yang digunakan meliputi bubuk belerang 1 kilogram, NaOH 800 gram, garam krosok 50 gram dan air murni 3 liter. Seluruh bahan dicampur hingga homogen dan setelah 24 jam larutan dapat diaplikasikan dengan dosis 2 mililiter per liter air.
“Setelah praktik harapan kami, kegiatan seperti ini bisa berkelanjutan dan menjadi agenda rutin pertemuan kelompok tani dengan ilmu terapan yang mudah dibuat oleh petani,” harapnya.
Sementara POPT Pangan Hortikultura Wilayah Pajarakan Kamaluddin Harahap menjelaskan Jadam Sulfur dapat difungsikan sebagai insektisida dan fungisida alami.
“Jadam sulfur bisa membantu menekan serangan wereng coklat, ulat, walang sangit, bercak daun dan hama penyakit lainnya yang menyerang tanaman,” jelasnya.
POPT Perkebunan BBPPTP Surabaya Ika Ratmawati bersama anggota Gapoktan Karang Makmur Desa Pajarakan Kulon Kecamatan Pajarakan. (Foto : BPP Pajarakan)
Koordinator BPP Pajarakan sekaligus PPL Desa Pajarakan Kulon Priyo Basuki menyambut positif antusiasme petani dalam mengikuti pelatihan tersebut.
“Melalui kegiatan ini, petani tetap bisa produktif namun tetap ramah lingkungan. Kami berharap petani semakin terampil mengatasi permasalahan di lapangan secara mandiri serta mengurangi ketergantungan pada pestisida sintetis,” ungkapnya.
Melalui pelatihan ini diharapkan terbangun kemandirian petani sekaligus memperkuat kekompakan dan keberlanjutan pertanian ramah lingkungan di Desa Pajarakan Kulon.(Agus)
