
Pakuniran,cakramedianews.com– Sebagai bentuk respon cepat atas dampak cuaca ekstrem, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui sejumlah Organisasi Pervvyvangkat Daerah (OPD) terkait melakukan monitoring dan asesmen terhadap jembatan putus di Dusun Kalibiru RT 03 RW 04 Desa Blimbing Kecamatan Pakuniran, Sabtu (21/2/2026).
Peninjauan di lokasi jembatan yang hanyut terbawa banjir ini dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Rachmad Hidayanto, perwakilan Dinas Perhubungan (Dishub), Camat Pakuniran Hasan Zainuri, Puskesmas Pakuniran, Bhabinkamtibmas, Pemerintah Desa Blimbing serta Pemerintah Desa Kalidandan.
Jembatan Kalibiru di Desa Blimbing dilaporkan putus setelah diterjang banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Jembatan ini merupakan satu-satunya akses penghubung antara Dusun Kalibiru Desa Blimbing dengan Desa Kalidandan. Akibatnya, sekitar 100 kepala keluarga (KK) terdampak karena terisolasi dan kesulitan beraktivitas, termasuk akses pendidikan, kesehatan dan distribusi kebutuhan pokok.
Di lokasi, Sekda Ugas melihat langsung sisa-sisa konstruksi jembatan yang hanyut dan memastikan proses asesmen dilakukan secara cepat dan terukur. Pemerintah daerah memprioritaskan langkah tanggap darurat agar mobilitas warga bisa segera kembali normal.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan pemerintah daerah tidak akan menunda penanganan akses vital tersebut.
“Cek lapangan langsung assesment dan tindaklanjut pembuatan jembatan sementara karena jalur satu-satunya. Insya Allah besuk kita bersama-sama memulai untuk proses pembuatannya,” katanya.
Sekda Ugas menambahkan, pembangunan jembatan sementara akan dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat setempat sebagai solusi cepat sebelum pembangunan permanen direalisasikan. “Besuk kita akan bergotong royong bersama warga untuk membuat jembatan sementara,” tegasnya.
Langkah ini diharapkan dapat memulihkan konektivitas antar desa serta memastikan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat kembali berjalan. Pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan terhadap potensi dampak lanjutan cuaca ekstrem di sejumlah titik rawan lainnya di Kabupaten Probolinggo.” (Mis)
