
Gresik Jawa Timur. Nasiruddin tidak puas sebagai Lumbung Informasi Rakyat dsn MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun), menggelar aksi demonstrasi di depan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Gresik pada Selasa (18/11/2025). Aksi yang berlangsung Nasiruddin belum puas masi ada mencapai titik temu melalui mediasi dengan pihak rutan.
Dalam Demintrasi pengunjuk rasa menyoroti sejumlah dugaan malapraktik yang masih marak terjadi di dalam rutan, termasuk peredaran telepon seluler (HP), narkoba, pungutan liar (pungli), serta tindakan kekerasan terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP). Isu isu tersebut dianggap telah menciderai fungsi lembaga pemasyarakatan sebagai ruang pembinaan dan pemulihan, bukan arena penyalahgunaan wewenang.
Munawar, salah satu perwakilan pengunjuk rasa, secara tegas menyampaikan empat poin utama tuntutan kepada Kepala Rutan Kelas IIB Gresik.
Tuntutan kami kepada Karutan sangat jelas: jangan ada lagi HP di dalam rutan, peredaran narkoba harus diberantas tuntas, pungli harus dihapus dihentikan, dan penyiksaan terhadap narapidana sama sekali tidak boleh terjadi lagi,” ujar Munawar di hadapan awak media usai mediasi.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Rutan Kelas IIB Gresik, Eko Julianto, memberikan komitmen tegas di depan para pendemo dan awak media Kami sangat mengapresiasi masukan dari masyarakat. Saya berjanji, apabila terdapat bukti atau laporan yang valid mengenai keterlibatan staf dalam praktik-praktik yang menyimpang baik itu memfasilitasi HP, narkoba, pungli, maupun kekerasan maka akan sanksi tegas akan segera kami terapkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Eko.
Mediasi yang berlangsung kurang lebih dua jam itu juga dihadiri perwakilan Kanwil Kemenkumham Jawa Timur serta aparat kepolisian dari Polres Gresik. Kedua belah pihak sepakat untuk membentuk saluran komunikasi yang lebih intensif guna memastikan pengawasan internal rutan llB Gresik berjalan lebih efektif.
Sebelumnya, aksi ini merupakan kelanjutan dari rangkaian protes serupa yang dipicu oleh dugaan kekerasan terhadap warga binaan pada 23 Agustus 2023 serta berbagai laporan masyarakat mengenai praktik penyimpangan di sejumlah lapas dan rutan di Jawa Timur.
Usai mediasi, massa aksi membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 13.30 WIB dengan menyatakan akan terus mengawal janji-janji yang disampaikan pihak kepala rutan.
Lanjut Nasiruddin kami tidak puas pada itikad baik Karutan. Namun kami juga akan tetap mengawasi. Jika dalam waktu dekat tidak ada perubahan nyata, kami tidak menutup kemungkinan kembali turun ke jalan akan membawa masa yang lebih banyak lagi,” Ujarnya Nasiruddin Sebagai korban didalam Rutan Gresik
Hingga berita ini diturunkan, Kanwil Kemenkumham Jawa Timur belum merilis pernyataan resmi terkait hasil mediasi.(Tim).
