
Probolinggo,cakramedianews.com-
Anggota Panitia Seleksi Calon Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Probolinggo, Dasno, menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik harus menjadi prinsip utama dalam pengelolaan anggaran BAZNAS ke depan.
Menurut Dasno, BAZNAS mengelola dana umat yang bersumber dari zakat, infak, dan sedekah, sehingga seluruh penggunaan anggaran wajib dilakukan secara transparan, akuntabel, dan dapat diakses oleh publik.
“Kepercayaan masyarakat tidak lahir dari slogan, tapi dari keterbukaan. Penggunaan anggaran BAZNAS harus jelas, terbuka, dan bisa dipertanggungjawabkan kepada publik,” tegasnya dalam rangkaian proses seleksi pimpinan BAZNAS.
Dalam tahapan seleksi administrasi, panitia seleksi menetapkan 10 peserta lolos dari total 18 pendaftar. Ke-10 peserta tersebut selanjutnya akan mengikuti tahap wawancara yang dijadwalkan pada 5 Februari, sebelum nama-nama calon diajukan ke BAZNAS RI untuk ditetapkan 5 pimpinan terpilih.
Dasno menilai, selain integritas dan kompetensi, calon pimpinan BAZNAS harus memiliki komitmen kuat terhadap transparansi anggaran, termasuk penyampaian laporan keuangan, program pendistribusian, serta evaluasi penggunaan dana zakat secara berkala kepada masyarakat.
“BAZNAS bukan lembaga eksklusif. Publik berhak tahu ke mana dana umat disalurkan dan apa dampaknya. Itu bagian dari amanah,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterbukaan informasi publik akan mendorong meningkatnya kepercayaan dan partisipasi masyarakat dalam menyalurkan zakat melalui BAZNAS, sekaligus memperkuat fungsi pengawasan sosial.
Proses seleksi pimpinan BAZNAS Kota Probolinggo sendiri berada dalam pengawalan DPRD Kota Probolinggo, sebagai bagian dari fungsi pengawasan agar rekrutmen berjalan sesuai ketentuan dan menghasilkan pimpinan yang profesional serta bertanggung jawab.
Dengan prinsip transparansi dan keterbukaan, Dasno berharap BAZNAS Kota Probolinggo ke depan mampu menjadi lembaga yang amanah, dipercaya publik, dan benar-benar berpihak pada kepentingan umat.(Agus)
