Probolinggo,cakramedianews.com- Cuaca ekstrem kembali menghantui wilayah Kabupaten Probolinggo. Hujan deras yang disertai angin kencang dan sambaran petir mengakibatkan bencana puting beliung di Desa Penambangan, Kecamatan Pajarakan, pada Kamis (29/1/2026) sore. Akibatnya, satu rumah warga dilaporkan hancur setelah tak kuat menahan terjangan angin yang datang tiba-tiba.

‎​Peristiwa mencekam tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, hujan turun dengan intensitas sangat tinggi. Tanpa peringatan, angin puting beliung menyapu area pemukiman dan menyasar rumah milik Bapak Nur Hasan (46), warga Dusun Krajan RT 002 RW 001, Desa Penambangan.

‎​Berdasarkan keterangan saksi mata, suara gemuruh angin terdengar sangat keras sebelum akhirnya merobohkan konstruksi atap dan dinding tembok rumah tersebut hingga ambruk. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai jutaan rupiah.

‎​Pemilik rumah, Nur Hasan, tampak masih syok melihat kondisi tempat tinggalnya yang kini rusak. Dengan mata yang berkaca-kaca, ia menceritakan betapa mencekamnya detik-detik saat rumahnya roboh.

‎​“ Saya benar-benar kaget. Kejadiannya begitu cepat, atap dan dinding rumah saya langsung ambruk. Saya sangat terpukul dan bingung harus bagaimana lagi,” ujarnya dengan suara bergetar saat ditemui di lokasi kejadian.

‎​Ia pun menaruh harapan besar agar pemerintah daerah segera turun tangan untuk melihat langsung penderitaannya.
‎ “Saya sangat berharap pemerintah mau meninjau ke lokasi dan membantu kami,” tambahnya.

‎​Kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini mengharuskan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Hujan yang turun saat sore hari seringkali membawa potensi angin kencang yang dapat membahayakan bangunan semi permanen maupun pohon besar.

‎​Warga sekitar berharap pihak Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta pihak Kecamatan Pajarakan segera mengirimkan bantuan tanggap darurat. Peninjauan lokasi dan pendataan kerusakan sangat dibutuhkan agar proses renovasi rumah korban dapat segera dilakukan.

‎​Kini, di atas puing-puing rumahnya, Bapak Nur Hasan hanya bisa berharap pada kepedulian para pemangku kebijakan. Kehadiran pemerintah di saat-saat sulit seperti ini menjadi tumpuan harapan terakhir bagi warga yang terdampak untuk sekadar menyambung asa. Uluran tangan dan bantuan tanggap darurat sangat dinantikan, bukan hanya untuk memperbaiki dinding yang runtuh, tetapi juga untuk sedikit meringankan beban mental dan duka mendalam yang dialami korban akibat bencana yang datang tak terduga ini. ( Fabil )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *