Probolinggo,cakramedianews.com-
Pemerintah Kota Probolinggo resmi mengoperasikan Perseroda Bahari Tanjung Tembaga (BTT) sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru mulai Januari 2026. Kehadiran Perseroda ini diarahkan untuk memperkuat sektor logistik pelabuhan, pengelolaan utilitas, serta pelayanan es dan air bersih, sekaligus menjadi motor baru peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) senin 2 Januari 2026

Operasional Perseroda BTT dimulai setelah Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026 disahkan. BUMD ini memfokuskan bisnis pada jasa angkutan dan layanan pendukung pelabuhan, termasuk pengelolaan pabrik es yang berada di kawasan pelabuhan Tanjung Tembaga. Langkah tersebut dinilai strategis untuk memangkas ketergantungan pasokan dari luar pelabuhan dan meningkatkan efisiensi layanan bagi nelayan serta kapal-kapal besar.

Anggota DPRD Kota Probolinggo Komisi III dari Fraksi Partai Gerindra, Heru Poniman, menyampaikan harapannya agar Perseroda BTT benar-benar menjadi penopang PAD Kota Probolinggo. Menurutnya, keberadaan Perseroda di lingkungan pelabuhan harus mampu berjalan lancar dan konsisten sesuai tujuan awal pendiriannya.

“Harapan kami Perseroda ini ke depan bisa menjadi tambahan PAD Pemerintah Kota Probolinggo. Dengan adanya Perseroda di pelabuhan, kegiatan di dalam pelabuhan bisa berjalan lebih optimal,” ujarnya saat diwawancarai tim media.

Heru menyoroti pengelolaan pabrik es di kawasan pelabuhan yang sebelumnya telah habis masa operasionalnya. Melalui Perseroda BTT, fasilitas tersebut kembali diaktifkan untuk melayani kebutuhan es bagi nelayan dan kapal-kapal besar tanpa harus mengambil pasokan dari luar pelabuhan.

“Pabrik es di pelabuhan itu diteruskan oleh Perseroda, sehingga bisa menjual es batu langsung kepada nelayan dan kapal yang membutuhkan. Ini langkah awal yang konkret,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan Perseroda BTT sangat bergantung pada konsistensi manajemen dan komitmen direksi. “Kalau Perseroda konsisten dengan tujuan awal peningkatan PAD, saya optimis hasilnya akan memuaskan. Tinggal bagaimana komitmen direktur yang bersangkutan,” tegas Heru.

Saat ini, Perseroda BTT dipimpin oleh Direktur Noviyadi, dengan mandat memperkuat profesionalisme dan daya saing BUMD. Ke depan, Perseroda BTT juga berkomitmen membangun kolaborasi dengan BUMN, pihak swasta, serta pelaku usaha logistik guna mengoptimalkan potensi pelabuhan dan mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Kota Probolinggo.

Pendirian Perseroda Bahari Tanjung Tembaga menjadi sinyal keseriusan Pemerintah Kota Probolinggo, dengan dukungan DPRD, dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah. Targetnya jelas: pelabuhan bukan hanya pintu keluar-masuk barang, tetapi juga sumber nilai tambah ekonomi bagi daerah dan masyarakat.(Agus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *