
Pewarta: Fabil. Editor : Hariyanto. Publisher: Redaksi.
Surabaya,cakramedianews.com- Markas DPW Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Jawa Timur menjadi saksi lahirnya semangat baru bagi kaum intelektual muda. Pada Rabu (14/01/2026), pegiat anti-korupsi senior sekaligus Gubernur LIRA Jatim, Samsudin, S.H., menggelar sesi edukasi khusus bagi mahasiswa milenial dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya.
Kegiatan ini bukan sekadar diskusi biasa, melainkan upaya strategis untuk menanamkan “imunitas” moral kepada calon pemimpin bangsa di tengah kompleksitas isu penyalahgunaan wewenang saat ini.
Dalam pemaparannya yang lugas, Samsudin menekankan bahwa mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton dalam dinamika bangsa. Ia menyebut mahasiswa memiliki peran sentral sebagai agen perubahan (agent of change) yang mampu memutus mata rantai korupsi jika dibekali dengan integritas yang kokoh sejak di bangku kuliah.
“ Korupsi bukan sekadar urusan hukum dan pasal-pasal, melainkan persoalan karakter dan moral bangsa. Mahasiswa hari ini adalah pemegang kendali masa depan. Jika hari ini mereka memahami dan mempraktikkan nilai anti-korupsi, maka ada harapan besar Indonesia akan bersih di masa depan,” tegas Samsudin dengan penuh semangat.
Cak Sam, sapaan akrabnya, juga memberikan peringatan keras terhadap budaya pragmatis dan keinginan mendapatkan hasil secara instan yang kerap menjebak kaum muda. Menurutnya, kejujuran dalam kehidupan akademik adalah langkah awal yang paling krusial.
“ Jangan tergoda oleh budaya instan. Jadikan kejujuran dan tanggung jawab sebagai prinsip utama, baik dalam tugas kampus maupun kehidupan sosial. Itulah benteng terkuat melawan korupsi,” tambahnya di hadapan para mahasiswa yang tampak menyimak dengan antusias.
Kegiatan ini pun berubah menjadi ruang diskusi yang hidup. Para mahasiswa milenial tidak ragu melontarkan pertanyaan tajam mengenai strategi pencegahan korupsi di lingkungan pemerintahan hingga cara menjaga integritas di dalam kampus.
Samsudin dengan telaten melayani setiap pertanyaan, memberikan perspektif hukum dan pengalaman lapangan yang ia miliki selama bertahun-tahun sebagai aktivis anti-korupsi.
Melalui kegiatan ini, DPW LIRA Jawa Timur menegaskan posisinya sebagai rumah edukasi bagi generasi muda. Organisasi ini berkomitmen untuk terus membuka ruang diskusi publik guna melahirkan kader bangsa yang berani dan jujur.
Diharapkan, sinergi antara pegiat senior dan mahasiswa ini mampu menciptakan gerakan moral yang kuat, menjadikan generasi milenial Surabaya sebagai garda terdepan dalam menjaga masa depan Indonesia yang lebih bersih dan berkeadilan. ( Fabil )
