
Probolinggo,cakramedianews.com- Menjelang pelantikan resmi pada 14 Desember 2025 mendatang, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kota Kraksaan menggelar rapat koordinasi (rakor) perdana di Café D’Roots Desa Karanggeger Kecamatan Pajarakan, Selasa (25/11/2025).
Rakor ini menjadi momentum penting bagi LKNU untuk merumuskan program kerja jangka pendek, menengah dan panjang yang akan dijalankan pada masa khidmat 2025–2030.
Ketua LKNU Kota Kraksaan Sugianto memimpin langsung rakor yang berlangsung penuh dinamika tersebut. Rakor perdana menghasilkan sejumlah keputusan strategis sebagai pijakan awal kepengurusan baru.
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah realisasi pembangunan Klinik Kesehatan LKNU, sebuah amanah dari Ketua Tanfidziyah PCNU Kraksaan KH. Hafidzul Hakiem Noer (Gus Hafidz). Program ini sudah menjadi wacana sejak tiga tahun lalu dan ditargetkan terealisasi pada masa kepengurusan sekarang.
“Sesuai arahan Ketua PCNU Kota Kraksaan, pembangunan klinik kesehatan harus dapat direalisasikan pada masa khidmat LKNU 2025–2030. Ini adalah program besar yang harus kita kawal bersama,” ujar Ketua LKNU Kota Kraksaan Sugianto.
Sugianto menjelaskan klinik kesehatan tersebut ditujukan untuk memberikan kemanfaatan luas bagi masyarakat sehingga lokasinya harus strategis dan berada di kawasan padat penduduk. Berdasarkan hasil pembahasan, Kecamatan Besuk dipilih sebagai lokasi pembangunan klinik karena dinilai paling memenuhi kriteria.
“Kecamatan Besuk dipilih karena populasinya padat dan jaraknya tidak jauh dari Kota Kraksaan. Ini menjadi lokasi yang strategis untuk pelayanan kesehatan masyarakat,” terangnya.
Selain pembangunan klinik, LKNU juga akan melanjutkan program yang sudah berjalan sebelumnya. “Program tersebut adalah Rumah Khitan yang selama ini menjadi salah satu layanan kesehatan unggulan LKNU,” tegasnya.
Sugianto menjabarkan klasifikasi program kerja LKNU untuk program jangka pendek (0–1 tahun), program jangka menengah (2-3 tahun) dan program jangka panjang (4-5 tahun). Untuk jangka pendek adalah konsolidasi internal, pemetaan kebutuhan kesehatan masyarakat, penguatan Rumah Khitan serta penyusunan kajian pendirian klinik.
Program jangka menengah diantaranya persiapan perizinan, penyelesaian masterplan, pembangunan tahap awal klinik kesehatan serta ekspansi layanan kesehatan berbasis masyarakat. Untuk jangka panjang berupa penyelesaian pembangunan klinik, operasional layanan kesehatan terpadu serta peningkatan peran LKNU dalam mendukung capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Probolinggo.
“Pembangunan klinik kesehatan ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan IPM Kabupaten Probolinggo. LKNU sebagai banom NU berkewajiban mengimplementasikan program strategis PCNU Kota Kraksaan melalui pelayanan kesehatan yang profesional,” ungkapnya.
LKNU Kota Kraksaan berharap program strategis yang telah disusun dapat menjadi fondasi kuat untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan Nahdliyin serta masyarakat Kabupaten Probolinggo secara umum. (Fabil)
