Probolinggo,cakramedianews.com-Pemerintah Kecamatan Gending berkolaborasi dengan PT POMI–Paiton Energy menggelar pelatihan bank sampah dan kewirausahaan berbasis bank sampah di Recreation Hall POH 1, Jalan Raya Surabaya–Situbondo Km 141 Paiton Kabupaten Probolinggo, Kamis dan Jum’at (12-13/2/2026).

Kegiatan ini diikuti 85 peserta dengan melibatkan unsur PKK Kecamatan Gending (Ketua, Sekretaris dan Ketua Pokja III), kader lingkungan dan/atau calon pengurus bank sampah desa, perwakilan unit usaha BUMDes, Komunitas Alam Hijau, unsur Pramuka, perwakilan Puskesmas (sanitasi lingkungan dan promosi kesehatan), organisasi kemasyarakatan (Muslimat dan Fatayat), dunia usaha (PT Sasa Inti Gending dan PT Sinergi Gula Nusantara/PG Gending) serta unsur pendidikan dari SMAN 1 Gending, SMKN 1 Gending dan SMPN 1 Gending.

Pelatihan bank sampah dan kewirausahaan berbasis bank sampah ini dihadiri oleh Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ, Manager Human Capital Facilities and Community (HCFC) PT POMI Rochman Hidayat, Facility Supervisor Erfin Budianto, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo Jurianto, Camat Gending Winda Permata Erianti serta perwakilan Puskesmas Gending.

Manager HCFC PT POMI Rochman Hidayat menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terbangun dalam momentum peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tersebut.

“Kami berterima kasih karena kegiatan ini tidak kami laksanakan sendiri, tetapi didukung oleh berbagai stakeholder, termasuk Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo dan para mitra,” ujarnya.

Rochman menegaskan persoalan sampah bukan hanya isu daerah, melainkan juga menjadi perhatian serius di lingkungan perusahaan. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dan program lingkungan lainnya, PT POMI berupaya memastikan pengelolaan sampah berjalan sesuai regulasi dan prinsip keberlanjutan.

“Kami diminta oleh pemerintah dan KLHK untuk melihat sampah bukan hanya sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi sebagai komitmen berkelanjutan. Setiap bulan kami wajib melaporkan neraca sampah, mulai dari jumlah yang diolah hingga yang dibuang ke TPA. Jika rasionya tidak seimbang, itu menjadi catatan penting bagi kami,” tegasnya.

Ia menambahkan, saat ini perusahaan dituntut mampu mengurangi pembuangan sampah ke TPA hingga 30–40 persen melalui pengelolaan mandiri. Berbagai inisiatif telah dijalankan, mulai dari pelatihan eco enzyme, pembuatan kompos, budidaya maggot hingga pengembangan perikanan berbasis hasil olahan sampah.

“Dulu mungkin 100 persen sampah langsung ke TPA. Sekarang tidak bisa lagi seperti itu. Kami sudah menginisiasi pengelolaan di kompleks perusahaan, termasuk di PLTU. Harapannya, kegiatan hari ini dan penguatan bank sampah bisa menjadi role model baru di Kabupaten Probolinggo,” harapnya.

Sementara Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Umi Haniah Fahmi AHZ menegaskan isu lingkungan hidup kini telah menjadi isu global yang menentukan masa depan peradaban manusia.

“Persoalan sampah, perubahan iklim, pencemaran air dan tanah serta menurunnya kualitas lingkungan hidup adalah tantangan nyata yang kita hadapi bersama,” katanya.

Menurut Ning Hani, sampah tidak selalu menjadi masalah apabila dikelola dengan baik. “Sampah sering dipandang sebagai masalah. Namun jika dikelola dengan baik, sampah dapat menjadi sumber daya ekonomi. Di sinilah pentingnya bank sampah dan kewirausahaan berbasis sampah,” jelasnya.

Ning Hani menekankan bank sampah bukan sekadar tempat menabung sampah, melainkan sarana pendidikan lingkungan, penguatan ekonomi keluarga serta pemberdayaan masyarakat.

“Melalui bank sampah, kita membangun budaya memilah, mengelola dan memanfaatkan kembali sampah menjadi produk bernilai guna,” tegasnya.

Tidak lupa Ning Umi berharap pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, mendorong terbentuknya bank sampah yang profesional dan berkelanjutan, mengembangkan kewirausahaan berbasis ekonomi sirkular serta mengurangi beban TPA.

“Sinergi ini adalah kekuatan besar. Ketika pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan lembaga pendidikan bergerak bersama, maka perubahan akan lebih cepat terwujud,” imbuhnya.

Sedangkan Camat Gending Winda Permata Erianti menjelaskan pelaksanaan pelatihan ini didasarkan pada kebutuhan peningkatan kapasitas masyarakat desa dalam pengelolaan lingkungan hidup dan pengurangan timbulan sampah, sekaligus pengembangan kewirausahaan berbasis sampah sebagai bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.

“Kegiatan ini dimaksudkan meningkatkan kapasitas, peran dan partisipasi aktif masyarakat Kecamatan Gending dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat serta pengembangan kewirausahaan yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Winda menambahkan, tujuan kegiatan ini antara lain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pengelolaan bank sampah, memperkuat peran kelembagaan desa dan organisasi kemasyarakatan, mendorong terbentuknya wirausaha berbasis sampah, meningkatkan kesadaran lintas sektor serta mendukung terwujudnya ekonomi sirkular di tingkat lokal.

“Melalui pelatihan ini, kami berkomitmen untuk terus mendorong sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat di setiap kecamatan dan desa dengan harapan terbangunnya kesadaran kolektif serta terciptanya inovasi ekonomi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan,” terangnya.

Tidak lupa Winda menyampaikan terima kasih kepada PT. POMI-Paiton Energy atas dukungan penuh dalam kegiatan pelatihan bank sampah dan kewirausahaan berbasis sampah. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada PT. Sasa Inti dan PT. SGN (PG. Gending).

“Insya Allah setelah kegiatan ini rencana tindak lanjutnya adalah penerbitan Perdes Jalin SAE, SK Bank Sampah, SOP Bank Sampah dan SK Satgas Sampah sehingga akan muncul Bank Sampah di setiap desa,” pungkasnya.(Fabil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *