
Probolinggo,cakramedianews.com- Sebagai rangkaian lanjutan dari sosialisasi pengadaan barang dan jasa desa, Pemerintah Kecamatan Pajarakan berkolaborasi dengan Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Pajarakan menggelar pembinaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta evaluasi kinerja pemerintahan desa tahun 2025 di ruang pertemuan Jabung 3 Kantor Bupati Probolinggo, Selasa (30/12/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh para kepala desa (kades), perangkat kecamatan, unsur klinik kecamatan dan klinik desa, sekretaris desa (sekdes), operator dan bendahara desa serta para direktur BUMDes se-Kecamatan Pajarakan.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan materi dari narasumber Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo terkait pembinaan BUMDes serta Inspektorat Daerah Kabupaten Probolinggo mengenai evaluasi kinerja pemerintahan desa.
Camat Pajarakan Sudarmono mengatakan pembinaan BUMDes dan evaluasi kinerja pemerintahan desa ini merupakan bagian dari agenda berkelanjutan dalam penguatan tata kelola pemerintahan desa.

“Kegiatan hari ini merupakan rangkaian dari kegiatan sebelumnya. Kemarin kita melaksanakan sosialisasi pengadaan barang dan jasa desa dan hari ini kita lanjutkan dengan pembinaan BUMDes serta evaluasi kinerja pemerintahan desa tahun 2025,” ujarnya.
Menurut Sudarmono, kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh program dan kegiatan desa pada tahun 2025 dapat dikelola secara lebih tertib, khususnya yang berkaitan dengan penyertaan modal BUMDes.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah agar seluruh program dan kegiatan desa, khususnya yang berkaitan dengan penyertaan modal BUMDes dapat dikelola dengan lebih baik. Harapannya administrasi di masing-masing desa bisa semakin tertib dan akuntabel,” jelasnya.
Sudarmono menjelaskan fokus pembinaan diarahkan pada peningkatan kapasitas pengelolaan dan administrasi BUMDes. Sementara evaluasi kinerja pemerintahan desa menjadi acuan untuk perbaikan tata kelola dana desa ke depan.
“Fokus utama kami adalah bagaimana BUMDes bisa mengelola kegiatannya dengan baik dan administrasinya tertata. Evaluasi kinerja ini menjadi acuan untuk melihat kekurangan dalam pengelolaan Dana Desa agar bisa kita perbaiki berdasarkan catatan hasil monitoring dan evaluasi dari Inspektorat,” terangnya.
Sudarmono mengakui masih terdapat beberapa BUMDes yang tergolong baru sehingga membutuhkan penguatan kapasitas sumber daya pengelolanya. Meski demikian, secara umum BUMDes di Kecamatan Pajarakan dinilai telah berjalan cukup efektif.
“Sebenarnya sudah efektif, hanya saja harapan kita pengelolaannya bisa lebih baik lagi. Administrasinya harus rapi dan setiap kegiatan bisa dipertanggungjawabkan,” imbuhnya.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, pihak Kecamatan Pajarakan akan melakukan monitoring dan evaluasi lanjutan pada awal tahun 2026. “Setelah kegiatan ini, pada bulan Januari 2026 kami dari kecamatan akan melakukan monitoring dan evaluasi ke masing-masing BUMDes di desa. Harapannya, setelah pembinaan hari ini, secara administrasi mereka sudah siap,” pungkasnya.(Fabil)
