Probolinggo,cakramedianews.com- Gelombang aspirasi mahasiswa kembali membanjiri Kantor DPRD Kabupaten Probolinggo pada Senin sore (2/2/2026). Ratusan kader yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Probolinggo Raya menggelar aksi damai bertajuk “Menolak Diam” guna menuntut perbaikan menyeluruh pada tata kelola pemerintahan daerah.
‎​
‎​Sambil membentangkan spanduk bernada kritik tajam, massa aksi menyoroti tiga persoalan mendesak yang dinilai jalan di tempat. Isu pertama adalah maraknya tambang ilegal yang kian mengkhawatirkan. Mahasiswa menilai lemahnya pengawasan dari aparat dan pemerintah daerah seolah memberikan “karpet merah” bagi perusakan lingkungan.

‎​Isu kedua menyasar kesejahteraan pekerja lokal. Mahasiswa mendesak DPRD lebih progresif dalam mengawal kebijakan Upah Minimum Regional (UMR) agar benar-benar berpihak pada kebutuhan hidup layak, bukan sekadar angka formalitas. Terakhir, massa menuntut para pejabat daerah untuk menjaga etika publik sebagai representasi marwah institusi negara.
‎​
‎​Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, Mahendra Jati Kusuma, S.E., M.M., dilaporkan tidak berada di tempat karena tengah memenuhi undangan kenegaraan dari Presiden RI, Prabowo Subianto, di Jakarta.

‎​Aspirasi massa kemudian diterima langsung oleh Wakil Ketua DPRD, H. Muhammad Zubaidi, M.Pd.I. Di hadapan peserta aksi, Zubaidi mengapresiasi gerakan mahasiswa sebagai kontrol sosial yang sehat bagi iklim demokrasi di Probolinggo.

‎​“ Kami menerima pengurus cabang PMII yang menyampaikan aspirasi hari ini. Baik pengaduan, saran, maupun kritik, akan kami tindak lanjuti demi Probolinggo yang lebih SAE,” ujar Zubaidi.
‎​
‎​Zubaidi menegaskan bahwa beberapa tuntutan mahasiswa, termasuk regulasi tata niaga produk unggulan daerah seperti tembakau dan bawang merah, telah masuk dalam radar pembahasan legislatif.

‎​“ Note penting dari mahasiswa akan kami masukkan dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda). Fungsi kontrol dan pengawasan akan terus kami pertajam terhadap dinas-dinas terkait,” tegas politisi asal Fraksi Gerindra tersebut.

‎​Meski sempat diwarnai orasi yang memanas, aksi unjuk rasa ini berakhir kondusif menjelang petang. Di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian, massa PMII membubarkan diri dengan tertib.

‎​Namun, mereka meninggalkan catatan tegas aksi ini hanyalah permulaan. PMII berjanji akan terus mengawal janji-janji DPRD tersebut hingga mewujud dalam langkah nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Probolinggo. ( Fabil )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *