
Probolinggo,cakramedianews.com- Musyawarah Daerah (Musda) IV Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo yang digelar di Auditorium Madakaripura, Kantor Bupati Probolinggo, Sabtu (6/12/2025), menjadi momentum penting penegasan peran ulama sebagai fondasi moral pembangunan daerah.
Mengusung tema ambisius: “Meneguhkan Peran Ulama dalam Membangun Moral dan Akhlak serta Mempercepat Terwujudnya Masyarakat Probolinggo yang Sejahtera, Amanah, Religius dan Eksis Berdaya Saing,” Musda ini menyatukan jajaran pengurus, tokoh agama, Forkopimda, hingga Pengasuh Ponpes Nurul Jadid KH. Zuhri Zaini.
Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Probolinggo, KH. Abdul Wasik Hannan, menegaskan bahwa tema Musda bukanlah sekadar slogan, melainkan panggilan moral bagi MUI untuk memperluas kontribusi strategisnya.
” Tema ini bukan tagline kosong. Ini adalah frasa panggilan moral bagi MUI untuk memperluas dan memperkuat kontribusi bagi kemajuan bangsa di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Kiai Wasik menekankan bahwa MUI mengemban tanggung jawab ganda: sebagai penjaga akidah dan moral umat, sekaligus agen yang memberikan masukan kritis kepada pemerintah. Sinergi antara ulama (penjaga moral) dan umara (pemegang kebijakan) dianggap sangat menentukan terwujudnya masyarakat yang sejahtera dan religius.
Dukungan terhadap sinergi ini diperkuat oleh Sekretaris MUI Jawa Timur, KH. Moh. Hasan Ubaidillah. Ia menegaskan bahwa MUI memiliki peran ganda sebagai pembimbing keagamaan dan mitra strategis pemerintah, termasuk dalam penanganan isu sosial dan fatwa.
KH. Ubaidillah secara khusus mengapresiasi implementasi Perpres Nomor 14 Tahun 2014 di Probolinggo.
” Alhamdulillah, dukungan pendanaan pemerintah daerah [melalui APBD] kepada MUI di Kabupaten Probolinggo sangat luar biasa karena komunikasi ulama dan pemerintah yang harmonis. Ketika ulama baik, Insya Allah seluruh masyarakat merasakan dampaknya,” tegasnya.
Sinyal harmonisasi ini mencapai puncaknya melalui sambutan Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris. Ia memberikan pengakuan tinggi, menegaskan bahwa ulama dan habaib adalah penguat spiritual bagi pemerintah daerah.
Bupati Haris bahkan menempatkan MUI di posisi yang lebih tinggi dari sekadar mitra strategis.
” Kami sangat menghormati para kiai, para alim dan habaib. MUI bukan hanya mitra, tetapi bagian dari keluarga besar Pemerintah Kabupaten Probolinggo,” kata Bupati Haris.
Ia secara eksplisit mengakui bahwa banyak capaian pembangunan daerah, termasuk penurunan kemiskinan, peningkatan IPM, hingga prestasi nasional, merupakan buah dari kolaborasi erat antara pemerintah dengan ulama.
Musda diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan kepada para pengurus MUI dan mitra strategis, menegaskan bahwa pengabdian mereka menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan peran MUI sebagai lembaga rujukan moral di Kabupaten Probolinggo. ( Fabil )
