
Probolinggo,cakramedianews.com- Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Probolinggo menggelar tadarus Al-Qur’an dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah di Musholla Baitul Muttaqin Pendopo Kabupaten Probolinggo mulai 26 Februari hingga 6 Maret 2026.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua DWP Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto, Kamis (26/2/2026). Sebanyak 200 peserta dari unsur DWP Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengikuti tadarus ini. Setiap unit kerja mengirimkan dua orang anggota sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Ketua DWP Kabupaten Probolinggo Rita Erik Ugas Irwanto mengatakan kegiatan tadarus bukan sekadar membaca ayat suci Al-Qur’an, tetapi menjadi momentum memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Kegiatan tadarus ini bukan sekadar membaca ayat suci Al-Qur’an, tetapi merupakan momentum untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Melalui tadarus, kita belajar memperbaiki bacaan, memahami makna serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai istri, ibu maupun sebagai anggota organisasi,” ujarnya.
Rita Erik menjelaskan tadarus Al-Qur’an bertujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar serta memperdalam pemahaman terhadap isi kandungan Al-Qur’an. “Selain itu, mempererat tali silaturahmi antar anggota serta menumbuhkan semangat kebersamaan dan kekompakan dalam organisasi,” jelasnya.
Menurut Rita Erik, sebagai bagian dari Dharma Wanita Persatuan, para anggota memiliki peran penting dalam mendukung tugas suami, mendidik generasi penerus bangsa serta berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Dengan hati yang dekat kepada Al-Qur’an, Insya Allah setiap langkah dan pengabdian kita akan bernilai ibadah,” tegasnya.
Rita Erik berharap kegiatan tadarus dapat dilaksanakan secara rutin dengan penuh keikhlasan dan menjadi sarana mempererat silaturahmi antar anggota unit kerja.
“Saya optimistis kebersamaan ini akan membawa keberkahan bagi keluarga besar Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya.(Fabil)
