Bangkalan,cakramedianews.com- 10 Januari 2026 —
Yayasan Gemparr Peduli Indonesia secara resmi meluncurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lomaer yang berlokasi di Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Jumat (10/01/2026).

Dapur ini menjadi salah satu SPPG terbesar di Bangkalan dan berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional Republik Indonesia (BGN).
Peresmian tersebut dihadiri oleh perwakilan BGN, unsur Forkopimcam, TNI–Polri, tokoh masyarakat, serta para relawan yang akan terlibat langsung dalam operasional dapur.

Ketua Yayasan Gemparr Peduli Indonesia, Imam, menjelaskan bahwa kegiatan hari ini merupakan agenda seremonial, sementara operasional dapur akan dimulai efektif pada Senin, 12 Januari 2026.

“Hari ini murni peresmian. Insya Allah mulai Senin dapur SPPG Lomaer sudah mulai beroperasi dengan kapasitas awal 1.449 porsi. Minggu kedua meningkat menjadi 1.779 porsi, dan pada minggu ketiga ditargetkan mencapai sekitar 2.700 hingga 3.000 porsi,” jelas Imam.

SPPG Lomaer dirancang sebagai dapur kategori besar yang akan menjadi tulang punggung pelayanan pemenuhan gizi di wilayah Kecamatan Blega dan sekitarnya, khususnya bagi para penerima manfaat.

Sementara itu, Koordinator Wilayah Bangkalan SPPI Jawa Timur, Ivan, menyampaikan bahwa setiap dapur SPPG wajib melalui proses akreditasi dan pendampingan Badan Gizi Nasional.

“Setiap dapur akan dinilai dan diberikan grade sesuai standar BGN. Selama satu bulan awal akan ada pendampingan, termasuk evaluasi fasilitas, sanitasi, dan proses pengolahan makanan. Jika ada kekurangan, dapur wajib melakukan perbaikan agar bisa naik grade,” ujarnya.

Ivan juga menegaskan bahwa Kepala SPPG wajib melaporkan kondisi operasional setiap hari melalui sistem BGN, termasuk jika terjadi kekurangan bahan pangan, kendala teknis, atau persoalan lain yang membutuhkan tindak lanjut cepat.

Dari sisi keamanan pangan, dapur SPPG Lomaer telah menyelesaikan seluruh proses administrasi dan penilaian dari Dinas Kesehatan. Uji sampel makanan akan dilakukan setelah dapur beroperasi sebagai bagian dari prosedur standar nasional.

Untuk tahap awal, Yayasan Gemparr Peduli Indonesia bersama relawan sepakat memulai produksi secara bertahap guna menjaga kualitas dan ketepatan distribusi.

“Kami sengaja memulai dari sekitar seribuan porsi agar seluruh tim dapur benar-benar memahami alur kerja. Setelah terbiasa, kapasitas akan kami tingkatkan,” tambah Imam.

Dengan beroperasinya SPPG Lomaer, diharapkan pelayanan pemenuhan gizi di Kecamatan Blega semakin optimal dan mampu mendukung program nasional peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Yayasan Gemparr Peduli Indonesia juga menegaskan komitmennya terhadap transparansi dan pengawasan publik.

“Kami persilakan masyarakat dan rekan-rekan media untuk melihat langsung. Jika ada masukan atau perbaikan, kami sangat terbuka,” pungkas Imam.(Rus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *