Probolinggo,cakramedianews.comTradisi Selametan Desa Asembagus, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo berlangsung meriah. Pawai hasil bumi dari Kelurahan Semampir menuju Pendopo Desa Asembagus, Jumat (19/9/2025), menjadi pembuka rangkaian acara yang melibatkan seluruh warga.

Iring-iringan penuh warna itu diikuti masyarakat dari berbagai dusun dengan membawa hasil panen lokal. “Ini bukan sekadar pawai, tetapi wujud kebersamaan dan doa seluruh warga Asembagus,” ujar Kepala Desa Asembagus, Ali Ibang Fansuri.

Tak hanya pawai, dentuman gamelan mengiringi pertunjukan Ludruk Rukun Famili di pendopo desa pada malam harinya. Sebelumnya, warga terlebih dahulu menggelar prosesi sakral berupa selametan desa sebagai ungkapan syukur dan doa bersama.

Ritual berlanjut pada Sabtu (20/9/2025) dengan pelarungan perahu kecil berisi aneka hasil bumi dan kepala sapi ke pantai desa. Prosesi ini menjadi puncak acara Selametan Desa Asembagus, melambangkan doa agar hasil panen melimpah dan laut senantiasa memberi rezeki bagi nelayan.

Ali Ibang Fansuri, atau akrab disapa Ibang, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan digelar sebagai wujud syukur atas keberkahan Allah. “Tradisi ini kami laksanakan turun-temurun sebagai bentuk rasa syukur sekaligus doa agar desa selalu diberi keselamatan,” ungkapnya.

Menurutnya, pelarungan perahu bukan hanya ritual adat, melainkan juga perekat persaudaraan antarwarga. “Setiap dusun ikut berpartisipasi membawa hasil bumi masing-masing. Inilah yang membuat Selametan Desa Asembagus terasa istimewa,” tambahnya.

Selain sarat nilai religi, tradisi ini juga diisi dengan pengajian umum dan santunan bagi janda lansia pada Sabtu malam. Kehadiran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Kraksaan serta jajaran Pemerintah Kabupaten Probolinggo yang diwakili Asisten I semakin menambah khidmat acara.

“Selametan ini harus terus dilestarikan, karena di dalamnya terkandung nilai religi, sosial, dan kebersamaan. Ke depan, kami berharap bisa menjadi daya tarik wisata budaya yang mendatangkan manfaat bagi desa,” tutup Ibang.

Tradisi Selametan Desa Asembagus tidak hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga memperkuat solidaritas warga dan menegaskan identitas budaya yang tetap hidup di tengah arus modernisasi. (Tim).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *