
Probolinggo,cakramedianews.com- Akses utama yang menghubungkan Desa Segaran dengan pusat Kecamatan Tiris kembali mengalami kerusakan serius pada Senin (23/2/2026). Badan jalan dilaporkan ambles dengan kedalaman sekitar 10 cm setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebat selama berjam-jam.
Hujan dengan intensitas tinggi melanda kawasan Tiris sejak pukul 14.00 WIB hingga 19.00 WIB, dan terus berlanjut dengan intensitas ringan hingga pukul 21.00 WIB. Kondisi cuaca ekstrem ini mengakibatkan struktur tanah di ruas jalan Desa Segaran retak dan ambles.
Berdasarkan pantauan di lokasi, bagian bawah badan jalan telah mengalami longsor. Bahkan, pagar pembatas jalan dilaporkan sudah jatuh ke jurang, menambah risiko bahaya bagi pengguna jalan. Kondisi ini diperparah dengan minimnya lampu penerangan jalan di lokasi saat malam hari.
Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan keterangan warga setempat, lokasi tersebut memiliki riwayat kerusakan serupa pada tahun 2004 dan kembali terulang pada 2017. Fenomena berulang ini mengindikasikan adanya kerentanan struktur tanah yang dipengaruhi oleh faktor geografis perbukitan serta sistem drainase yang belum optimal.
” Jalan ini merupakan akses vital bagi mobilitas warga, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan menuju pusat kecamatan,” ujar salah satu warga dalam keterangannya.
Merespons kondisi tersebut, pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Tiris bergerak cepat dengan melakukan pengecekan di lokasi. Saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, pihak Polsek Tiris membenarkan adanya retakan dan amblesan jalan yang cukup membahayakan.
Sebagai langkah antisipasi awal, petugas telah memasang garis polisi (police line) serta tanda peringatan di sekitar titik kerusakan guna mencegah terjadinya kecelakaan. Pihak kepolisian juga mengimbau dengan tegas kepada masyarakat yang melintasi jalur akses daerah Condong menuju pusat Kecamatan Tiris agar selalu waspada dan mematuhi rambu-rambu darurat yang telah dipasang.
Mengingat ruas jalan ini merupakan jalur utama bagi kendaraan roda dua maupun roda empat, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Kerusakan ini berpotensi menghambat aktivitas ekonomi dan membahayakan keselamatan jiwa.
Para pengguna jalan dihimbau lebih berhati-hati apalagi saat malam hari mengingat minimnya penerangan dan hilangnya pembatas jalan. Mencari jalur alternatif jika memungkinkan, terutama bagi kendaraan bermuatan berat.
Hingga berita ini diturunkan, diperlukan evaluasi teknis dan penanganan berkelanjutan dari pihak terkait agar akses vital masyarakat ini tidak terputus total dan keselamatan pengguna jalan tetap terjaga. ( Fabil )
